Showing posts with label arigato gozaimasu. Show all posts
Showing posts with label arigato gozaimasu. Show all posts

CAFE UNTUK BAYI DI JEPANG


Share/Save/Bookmark
Jepang merupakan salah satu negara yang angka kelahirannya terendah didunia, sama halnya seperti Korea Selatan. Namun anehnya, walaupun tingkat kelahiran yang sangat rendah. Ada sebuah Cafe di Jepang yang di peruntukkan khusus buat balita-balita...namanya Tokyo Baby Cafe yang letaknya di Omotesando Tokyo

Desain yang elegan dari Master Desain Intereor Oki sato, kafe ini dibagi antara tabel untuk orang dewasa dan sofa mewah raksasa dan kursi untuk anak-anak untuk bermain. Selain itu ada juga ruang bermain yang empuk untuk orang-orang kecil, rak buku anak-anak dan daerah untuk mengganti popok.

Karena wanita yang tidak hamil dan orangtua dengan anak di atas tujuh tahun tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam, cafe ini bisa dibilang cafe yang paling eksklusif di Omotesando.

Untuk bianyanya, setengah jam berada di dalam, harganya ¥500 ditambah dengan ¥250 untuk siapa pun yang kamu bawa. Itu baru harga masuk doang lho. Harga kopi standard ¥500 dan harga teh herbal ¥600. Rata-rata kunjungan satu jam bisa menghabiskan biaya sekitar ¥1.500, itupun sudah termasuk sangat hemat.

gimana, apa kalian tertarik untuk mengajak balita anda ke cafe tersebut...^_^
sumber

MAKANAN ANEH INI DARI JEPANG


Share/Save/Bookmark
Lama juga otak ga hadir...karena gangguan beberapa hari ini,,,fuihh
Negeri Matahari Terbit...dimanakah itu? Mana lagi kalo bukan di Jepang. Selalu saja ada hal-hal aneh yang tercipta dari kejeniusan orang-orang sana. Entah itu berupa game, makanan, minuman, dan apapun deh pokoknya.
berikut ini, ada beberapa makanan yang menjijikan sih, tapi sangat di sukai di Jepang sana...simak yaa

Inago no Tsukudani

“Inago no Tsukudani” adalah masakan tradisional Jepang yang populer di masyarakat pedesaan daerah Yamagata, Nagano, dan Gunma.
“Inago” yang berarti belalang di rebus dengan “tsukudani”, yaitu kecap manis dan ditambah bumbu-bumbu khusus ala Jepang. Nikmat selagi panas...haa

Fugu

“Fugu” adalah kata dalam bahasa Jepang untuk ikan buntal. The kanji karakter yang digunakan untuk menulis Fugu secara harfiah memiliki arti babi sungai.
Daging fugu bisa dimakan, tetapi kulit, hati dan ovariumnya mengandung sejumlah racun mematikan tetrododoxin. Jika salah satu unsur ini dikonsumsi maka racunnya akan melumpuhkan otot-otot, sementara korban tetap sadar sepenuhnya dan akhirnya bisa meninggal karena sesak napas.
Beberapa restoran di Jepang bisa menyajikan daging Fugu jika dilakukan oleh koki Fugu yang memenuhi syarat. Jadi, jangan pernah coba-coba untuk makan ikan ini kalo kita ga punya keahlian khusus.

Shirako

Sepintas makanan yang satu ini mirip banget kaya usus sapi,,hee
tapi ini adalah Shirako, yaitu alat kelamin laki-laki ikan dan sebuah kantung yang berisikan sperma. Shirako menjadi hidangan populer di pub-pub yang ada di Jepang (Izakaya) dan sushi bar.

Basashi

“sakuraniku” adalah sebuah nama untuk daging mentah kuda. “Sakura” yang berarti bunga sakura mekar dipadukan dengan “niku” yang berarti daging. Namun, jika dihidangkan dengan irisan tipis sashimi akan menjadi “basashi”. Makanan ini terkenal di daerah Kumamoto, Nagano dan Oita dan menjadi makanan yang umum juga di wilayah Tohoku. Selain dagingnya, ada juga makanan penutup berupa es krim yang terbuat dari daging kuda “es krim basashi”.


Natto

Mungkin bagi kalian makanan yang satu ini sudah ga asing lagi. Natto adalah makanan dari hasil fermentasi kedelai yang berbau cukup menyengat dan sangat lengket seperti jaring laba-laba biasanya disajikan sebagai menu sarapan di Jepang.

Shirouo no Odorigui

Shirouo adalah sebuah nama untuk ikan kecil yang transparan. Disebut Shirouo no Odogui, karena ikan-ikan ini dimakan secara hidup-hidup yang kemudian akan terasa seperti menari-nari dimulut kita “odorigui”.

Hachinoko

"Hachinoko" adalah larva lebah yang di gemari juga di Jepang,,,trus apabila bar lokal di Jepang kehabisan kacang untuk cemilan, maka larva lebah “Hachinoko” yang renyah ini bisa jadi penggantinya. hehehe..
Oya,,asal kalian tahu larva lebah ini menjadi hidangan favorit almarhum Kaisar Hirohito dicampur dengan nasi yang dibumbui kecap dan gula.

Zazamushi

Makanan lain yang tersedia secara luas di Jepang baik dalam kemasan kalengan atau di restoran, adalah zazamushi (serangga yang hidup di air). Zazamushi sebenarnya bukan serangga, tapi sebuah nama yang diterapkan pada larva serangga yang hidup di dasar sungai.

Kujira & Iruca

Bukti nyata bahwa di Jepang, ikan paus “kujira” masih dikonsumsi sebagai makanan dalam hidangan berupa sashimi. Wahh.. saya tidak menyarankan untuk yang satu ini, soalnya paus termasuk hewan yang dilindungi dan sudah terancam populasinya.
Bahkan lumba-lumba “iruca” yang lucu berakhir naas di dalam kemasan di supermarket.


Shiokara

Shiokara adalah makanan hasil laut yang sudah difermentasi dengan rasa yang asin dan amis.

sumber:japanlands

TAKHAYUL ORANG JEPANG


Share/Save/Bookmark
1. Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru!

Arti dari kalimat di atas adalah: “Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi!” kutukan kah??
Saat ini, meski zaman telah modern, banyak orang tua Jepang yang masih memperingati anaknya dengan kata-kata seperti di atas. Secara jelas alasan kenapa kata-kata ini dipakai tidak diketahui. Tapi jika dianalisa, zaman dahulu Jepang berbeda dengan zaman sekarang yang serba canggih, mereka dulu harus bekerja keras agar dapat hidup (terutama setelah pemboman Nagasaki & Hiroshima). Agar anak-anak bersedia membantu orang tua bekerja di ladang, mereka selalu mengatakan “Tabeta ato, sugu yoko ni naruto, ushi ni naru!” (Kalau habis makan langsung rebahan bisa jadi sapi!)
Sedangkan di zaman sekarang kenapa orang tua masih menyampaikan kepercayaan ini pada anak-anaknya ialah karena mereka ingin memperingati bahwa:
” Tidak sopan – sikap buruk, jika setelah makan langsung rebahan”
2. Hinakazari wo hayakushimawanaito, yome ni ikiokureru.

Arti dari kalimat di atas adalah: “Kalau hiasan boneka `hina` tidak segera disimpan, bakalan telat nikah.
Seperti kita ketahui, setiap tanggal 3 bulan Maret Jepang menyelenggarakan perayaan `Hina Matsuri` . Maksud dari perayaan ini adalah sebagai ucapan terima kasih kepada sang pencipta karena telah memberikan anak perempuan. Selain itu tujuan upacara ini adalah meminta keberkahan kesehatan untuk anak mereka yang perempuan.
Pada perayaan Hina Matsuri setiap keluarga yang memiliki anak perempuan, sejak bulan Februari harus memajang boneka `Hina` di ruangan tengah, yang terdiri dari pasangan putri dan pangeran disertai para dayang dan pengawalnya. Pajangan boneka Hina ini, harus segera disimpan atau dirapikan jika telah lewat dari tanggal 3 Maret. Apabila tidak segera dirapikan untuk disimpan, mereka percaya bahwa si anak perempuan tersebut akan telat menikah nantinya.
Jika dilihat dari rata-rata umur menikah orang Jepang saat ini yang berkisar diatas 30 tahunan, mereka percaya salah satu penyebabnya adalah “Hinakazari wo hayakushimawanaito, yome ni ikiokureru” (Kalau hiasan boneka `hina` tidak segera disimpan, bakalan telat nikah)
3. Shitewa ikenai koto
Shitewa ikenai koto artinya sesuatu hal tidak boleh dikerjakan. Dalam kepercayaan Jepang, ada beberapa hal yang tidak boleh dikerjakan seseorang karena mengandung firasat buruk, diantaranya:
- Tidak boleh menyuguhkan makanan dengan jumlah empat (4) buah.
kayak ini kali maksudnya
Angka empat (4) dalam bahasa jepang selain dibaca `Yon` juga dibaca `Shi`. Kata `Shi` sendiri berarti “kematian”. Berdasarkan hal tersebut, jika kita menyuguhkan kue dengan jumlah empat, maka seolah kita mengundang kematian. Orang yang memakannya akan segera meninggalkan dunia fana.

HINA MATSURI


Share/Save/Bookmark

Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり ?) atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut Hina ningyo (雛人形 ?, boneka festival).

Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.

NEGERI MATAHARI TERBIT


Share/Save/Bookmark

Jepang (bahasa Jepang: 日本 Nippon/Nihon, nama resmi: Nipponkoku/Nihonkoku) adalah sebuah negara kepulauan di Asia Timur. Letaknya di ujung barat Samudra Pasifik, di sebelah timur Laut Jepang, dan bertetangga dengan Republik Rakyat Cina, Korea, dan Rusia. Pulau-pulau paling utara berada di Laut Okhotsk, dan wilayah paling selatan berupa kelompok pulau-pulau kecil di Laut Cina Timur, tepatnya di sebelah selatan Okinawa yang bertetangga dengan Taiwan.
Jepang terdiri dari 6.852 pulau yang membuatnya merupakan suatu kepulauan. Pulau-pulau utama dari utara ke selatan adalah Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku, dan Kyushu. Sekitar 97% wilayah daratan Jepang berada di keempat pulau terbesarnya. Sebagian besar pulau di Jepang bergunung-gunung, dan sebagian di antaranya merupakan gunung berapi. Gunung tertinggi di Jepang adalah Gunung Fuji yang merupakan sebuah gunung berapi. Penduduk Jepang berjumlah 128 juta orang, dan berada di peringkat ke-10 negara berpenduduk terbanyak di dunia. Tokyo secara de facto adalah ibu kota Jepang, dan berkedudukan sebagai sebuah prefektur. Tokyo Raya adalah sebutan untuk Tokyo dan beberapa kota yang berada di prefektur sekelilingnya. Sebagai daerah metropolitan terluas di dunia, Tokyo Raya berpenduduk lebih dari 30 juta orang.
Menurut mitologi tradisional, Jepang didirikan oleh Kaisar Jimmu pada abad ke-7 SM. Kaisar Jimmu memulai mata rantai monarki Jepang yang tidak terputus hingga kini. Meskipun begitu, sepanjang sejarahnya, untuk kebanyakan masa kekuatan sebenarnya berada di tangan anggota-anggota istana, shogun, pihak militer, dan memasuki zaman modern, di tangan perdana menteri. Menurut Konstitusi Jepang tahun 1947, Jepang adalah negara monarki konstitusional di bawah pimpinan Kaisar Jepang dan Parlemen Jepang.
Sebagai negara maju di bidang ekonomi, Jepang memiliki produk domestik bruto terbesar nomor dua setelah Amerika Serikat, dan masuk dalam urutan tiga besar dalam keseimbangan kemampuan berbelanja. Jepang adalah anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, G8, OECD, dan APEC. Jepang memiliki kekuatan militer yang memadai lengkap dengan sistem pertahanan moderen seperti AEGIS serta suat armada besar kapal perusak. Dalam perdagangan luar negeri, Jepang berada di peringkat ke-4 negara pengekspor terbesar dan peringkat ke-6 negara pengimpor terbesar di dunia. Sebagai negara maju, penduduk Jepang memiliki standar hidup yang tinggi (peringkat ke-8 dalam Indeks Pembangunan Manusia) dan angka harapan hidup tertinggi di dunia menurut perkiraan PBB. Dalam bidang teknologi, Jepang adalah negara maju di bidang telekomunikasi, permesinan, dan robotika.
Nama Jepang
Jepang disebut Nippon atau Nihon dalam bahasa Jepang. Kedua kata ini ditulis dengan huruf kanji yang sama, yaitu 日本 (secara harfiah: asal-muasal matahari). Sebutan Nippon sering digunakan dalam urusan resmi, termasuk nama negara dalam uang Jepang, prangko, dan pertandingan olahraga internasional. Sementara itu, sebutan Nihon digunakan dalam urusan tidak resmi seperti pembicaraan sehari-hari.
Kata Nippon dan Nihon berarti "negara/negeri matahari terbit". Nama ini disebut dalam korespondensi Kekaisaran Jepang dengan Dinasti Sui di Cina, dan merujuk kepada letak Jepang yang berada di sebelah timur daratan Cina. Sebelum Jepang memiliki hubungan dengan Cina, negara ini dikenal sebagai Yamato (大和). Di Cina pada zaman Tiga Negara, sebutan untuk Jepang adalah negara Wa (倭).
Dalam bahasa Cina dialek Shanghai yang termasuk salah satu dialek Wu, aksara Cina 日本 dibaca sebagai Zeppen ([zəʔpən]). Dalam dialek Wu, aksara 日 secara tidak resmi dibaca sebagai [niʔ] sementara secara resmi dibaca sebagai [zəʔ]. Dalam beberapa dialek Wu Selatan, 日本 dibaca sebagai [niʔpən] yang mirip dengan nama dalam bahasa Jepang.
Kata Jepang dalam bahasa Indonesia kemungkinan berasal dari bahasa Cina, tepatnya bahasa Cina dialek Wu tersebut. Bahasa Melayu kuno juga menyebut negara ini sebagai Jepang (namun ejaan bahasa Malaysia sekarang: Jepun). Kata Jepang dalam bahasa Melayu ini kemudian dibawa ke Dunia Barat oleh pedagang Portugis, yang mengenal sebutan ini ketika berada di Malaka pada abad ke-16. Mereka lah yang pertama kali memperkenalkan nama bahasa Melayu tersebut ke Eropa. Dokumen tertua dalam bahasa Inggris yang menyebut tentang Jepang adalah sepucuk surat dari tahun 1565, yang di dalamnya bertuliskan kata Giapan.
SEJARAH
Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa Jepang telah dihuni manusia purba setidaknya 600.000 tahun yang lalu, pada masa Paleolitik Bawah. Setelah beberapa zaman es yang terjadi pada masa jutaan tahun yang lalu, Jepang beberapa kali terhubung dengan daratan Asia melalui jembatan darat (dengan Sakhalin di utara, dan kemungkinan Kyushu di selatan), sehingga memungkinkan perpindahan manusia, hewan, dan tanaman ke kepulauan Jepang dari wilayah yang kini merupakan Republik Rakyat Cina dan Korea. Zaman Paleolitik Jepang menghasilkan peralatan bebatuan yang telah dipoles yang pertama di dunia, sekitar tahun 30.000 SM.
Dengan berakhirnya zaman es terakhir dan datangnya periode yang lebih hangat, kebudayaan Jomon muncul pada sekitar 11.000 SM, yang bercirikan gaya hidup pemburu-pengumpul semi-sedenter Mesolitik hingga Neolitik dan pembuatan kerajinan tembikar terawal di dunia. Diperkirakan bahwa penduduk Jomon merupakan nenek moyang suku Proto-Jepang dan suku Ainu masa kini.
Dimulainya periode Yayoi pada sekitar 300 SM menandai kehadiran teknologi-teknologi baru seperti bercocok tanam padi di sawah yang berpengairan dan teknik pembuatan perkakas dari besi dan perunggu yang dibawa serta migran-migran dari Cina atau Korea.
Dalam sejarah Cina, orang Jepang pertama kali disebut dalam naskah sejarah klasik, Buku Han yang ditulis tahun 111. Setelah periode Yayoi disebut periode Kofun pada sekitar tahun 250, yang bercirikan didirikannya negeri-negeri militer yang kuat. Menurut Catatan Sejarah Tiga Negara, negara paling berjaya di kepulauan Jepang waktu itu adalah Yamataikoku.
Bagian sejarah Jepang meninggalkan dokumen tertulis dimulai pada abad ke-5 dan abad ke-6 Masehi, saat sistem tulisan Cina, agama Buddha, dan kebudayaan Cina lainnya dibawa masuk ke Jepang dari kerajaan Baekje di Semenanjung Korea.
Jepang dapat mengusir dua kali invasi Mongol ke Jepang (1274 dan 1281)
Perkembangan selanjutnya Buddhisme di Jepang dan seni ukir rupang sebagian besar dipengaruhi oleh Buddhisme Cina. Walaupun awalnya kedatangan agama Buddha ditentang penguasa yang menganut Shinto, kalangan yang berkuasa akhirnya ikut memajukan agama Buddha di Jepang, dan menjadi agama yang populer di Jepang sejak zaman Asuka.
Melalui perintah Reformasi Taika pada tahun 645, Jepang menyusun ulang sistem pemerintahannya dengan mencontoh dari Cina. Hal ini membuka jalan bagi filsafat Konfusianisme Cina untuk menjadi dominan di Jepang hingga abad ke-19.
Periode Nara pada abad ke-8 menandai sebuah negeri Jepang dengan kekuasaan yang tersentralisasi. Ibu kota dan istana kekaisaran berada di Heijo-kyo (kini Nara). Pada zaman Nara, Jepang secara terus menerus mengadopsi praktik administrasi pemerintahan dari Cina. Salah satu pencapaian terbesar sastra Jepang pada zaman Nara adalah selesainya buku sejarah Jepang yang disebut Kojiki (712) dan Nihon Shoki (720).
Patung Buddha di Todaiji, Nara, yang dibuat pada tahun 752.
Pada tahun 784, Kaisar Kammu memindahkan ibu kota ke Nagaoka-kyō, dan berada di sana hanya selama 10 tahun. Setelah itu, ibu kota dipindahkan kembali ke Heian-kyō (kini Kyoto). Kepindahan ibu kota ke Heian-kyō mengawali periode Heian yang merupakan masa keemasan kebudayaan klasik asli Jepang, terutama di bidang seni, puisi dan sastra Jepang. Hikayat Genji karya Murasaki Shikibu dan lirik lagu kebangsaan Jepang Kimi ga Yo berasal dari periode Heian.

lebih lengkap ke sini aja

SETSUBUN, PERAYAAN UNTUK MENGUSIR ROH JAHAT


Share/Save/Bookmark

Pada awal februari,,,tepatnya tanggal 3, di jepang biasanya di adakan festival musim semi (Haru Matsuri). Salah satunya yaitu festival melempar kacang atau yang biasa di kenal dengan Setsubun atau bisa disebut juga Risshun (立春).
Dalam hubungannya dengan Tahun Baru Imlek, Haru Matsuri dan Setsubun sebelumnya dianggap sebagai semacam perayaan malam tahun baru yang disertai dengan ritual khusus untuk membersihkan segala roh-roh jahat yang berasal dari tahun lalu dan mengusir roh-roh pembawa penyakit di tahun yang baru. Ritual khusus ini disebut mamemaki (豆撒き) yang artinya melempar kacang. Pada zaman kuno, perayaan setsubun adalah perayaan tahunan di istana kaisar. Menurut buku Engishiki, berbagai macam boneka dari tanah liat yang sudah diberi warna dipajang di berbagai pintu gerbang dalam lingkungan istana. Boneka-boneka yang dibuat berbentuk seperti anak-anak dan sapi.
Tradisi mengusir Oni di hari setsubun konon berakar dari upacara Tsuina yang sudah dikenal sejak zaman Heian. Upacara Tsuina berasal dari daratan Tiongkok dan dilakukan di hari terakhir dalam setahun menurut kalender Tionghoa.

Biasanya kacang yang dilempar adalah jenis kacang kedelai yang dipanggang (disebut juga Fuku Mame). Kacang-kacang tersebut dilemparkan ke luar pintu atau kepada anggota keluarga yang mengenakan topeng Oni (setan atau raksasa), sambil menyanyikan lagu "Oni wa soto! Fuku wa uchi!" (鬼 は 外! 福 は 内!) yang artinya kira-kira seperti "Setan keluarlah! Keberuntungan masuklah!"
Di beberapa daerah di Jepang, orang menggantung kepala ikan sardin dan ranting pohon hiiragi di atas pintu rumah. Tradisi tersebut sama, dilakukan untuk mengusir oni yang dipercaya lahir pada hari setsubun.
Tapi, ko harus kacang?
Karena orang-orang Jepang jaman dulu percaya kalau kacang-kacangan dapat membawa keberuntungan dengan memakannya minimal satu kali dalam setahun.

LAGI-LAGI,,KEUNIKAN NEGARA JEPANG


Share/Save/Bookmark
orang jepang pikir lagu “nona manis siapa yang punya” sama dengan “rasa sayange”. lirik lagu-nya kayak gini jadinya : “nona manis siapa yang punya, nona manis siapa yang punya, nona manis siapa yang punya, rasa sayang, sayange .. ”

anak sma (cowok/cewek), hobby bgt pake gantungan kunci yg ukurannya gede dan berbentu boneka.

kalo tissue wc udah kita pake sampe habis, di gulungan terakhirnya ada tulisan “terima kasih banyak selalu menggunakan tissue ini!”. serasa ada orang dari perusahaan tissue wc-nya disebelah wc kita.

coklat di jepang ragamnya sangat membosankan (di supermarket). mayoritas coklat disini adalah coklat batangan tanpa topping apapun! dan yang paling banyak kedua adalah coklat macadamia atau almond yang dibentuk bulet2. jadi nyari coklat batang isi kacang mete kayak silverqueen, atau coklat batang isi kacangnya cadbury, dll susah banget. nyari yang setaraf coklat lindt juga rada susah ya kalo di supermarket.


yoshinoya, matsuya, sukiya, dan semua restoran yang belakangnya “ya” atau restoran-restoran yang biasanya hanya punya tempat duduk di counter, adalah restoran murah. jadi cewek-cewek jepang biasanya ga mau dateng kesini. perhatiin deh jarang banget ada cewek jepang mampir ke restoran2 tipe kayak gini, mayoritas isinya cowok. kalopun ada cewek, biasanya orang asing hehe.

di jalan tol, ada pintu tol khusus untuk yg berlangganan kartu. jadi kalo kita punya kartu langganan ini, kita ga perlu berhenti di pintu tol. kita terobos aja pintu tol ini, ntar beberapa saat sebelum kita nabrak penutup gerbangnya, pasti pintu nya kebuka sendiri. jadi cara bekerja pintu ini adalah dengan mendeteksi sensor kartu yang di taro di dalem mobil kita. kalo kita punya kartu ini, pintu gerbang itu akan otomatis terbuka.

iklan les bahasa inggris bertebaran dimana-mana. Bahkan sering ada iklan-iklan di tv yang ada di kereta dengan konsep “one point english lesson”, jadi disini kita akan diajarkan beberapa ekspresi bahasa inggris hanya dalam waktu sekitar 5 menit. dan setiap hari ekspresi yg diajarin diganti-ganti.

kucing2 jepang semuanya penakut! sampe saat ini gw cuma pernah berhasil megang 1 kucing dari 30an kucing yang pernah pengen gw coba pegang. rata2 mereka galak2, begitu tangan ngedeket pasti langsung bunyi “hahh!!”. ini berlaku bagi smua kucing, mau kucing liar kek, kucing peliharaan kek.

kalo seseorang memberikan kartu namanya ke kita, kita ga boleh masukin kartu itu ke dalam kantong / dompet selama orangnya masih ada di depan kita. jadi kalo posisi kita berdiri, ya pegangin terus deh tuh kartu. kalo posisi kita duduk, taro kartu namanya di meja. masukin kartu nama mereka ke dalam kantong / dompet = sesuatu yg sangat gak sopan.

buah di jepang harganya mahal banget!! hati2 bagi pecinta buah.

disepanjang jalanan umum (jalan besar) pasti ada jalur khusus utk orang buta. dan jalur ini gak putus2! bener2 salut sama jepang.


org jepang jarang memasang foto dirinya sendiri yg keliatan jelas di social networking atau blog.

tradisi mereka di hari terakhir ngantor sebelum tahun baru adalah membersihkan kantor bersama-sama.

jaman dulu ada kasta di jepang (sama kayak india)

perceraian banyak terjadi di umur 50 ke atas (terutama setelah pensiun). faktor penyebabnya krn si suami biasanya terlalu konsen bekerja sehingga jarang ketemu istri. begitu pensiun, tiap hari ketemu istri, dan mulai terasa ketidakcocokan.

adegan nganterin pacar sampe rumah ga berlaku di jepang! cukup nganterin sampe station. kalo perginya rame2, bahkan ga perlu dianterin sampe station, jadi si cewek jalan sampe station bareng temen2nya .

orang jepang ga terlalu suka manis, terutama dalam hal teh dan kopi. kalo minum teh udah pasti minum ocha (teh jepang tanpa gula) dan kalo minum kopi mereka lebih prefer black coffee (tanpa gula).

kita bisa melihat bapak2 ber-jas dan wanita karir lengkap dengan blazernya yang pergi ke kantor dengan menggunakan sepeda !

kalo dibanding dengan negara lain, biaya hidup di jepang termasuk level medium (gak semahal australia dan negara2 eropa). Jadi buat para turis, jangan takut ke jepang krn mahal. faktanya, harga makanan disini ga terlalu mahal, baju-baju juga standard.

banyak ibu2 atau bapak2 atau nenek2 yang bawa kereta bayi, tapi begitu diintip isinya ternyata anjing.

kereta di jepang cuma beroperasi sampe jam 12 – stengah 1 malem. Jadi bagi orang yang ketinggalan kereta, biasanya capsule hotel, karaoke, restaurant 24 jam, menjadi pelarian mereka.

cewek SMA roknya wajib diatas lutut! wohoo!



sama kayak orang indonesia, mereka ga mengumbar kata “cinta“. jadi untuk menyatakan perasaan sayang mereka memakai kata “suka”. cinta bermakna lebih dalam dan dipake ketika udah menikah dll.

judi, prostitusi, dunia entertainment dan sebagainya memakai yakuza sebagai backingannya.